Udara

Posted: September 2, 2012 in Catatan Usang

Biarkan aku menjadi udara bagimu..
Yang bisa kau hirup dalam tiap detik kehidupanmu..

Biarkan aku menjadi udara bagimu..
Yang membuatmu mampu bernafas lega dan mampu merasa hidup..

Biarkan aku menjadi udara bagimu..
Yang selalu ada,namun seperti tiada..Yang tak terlihat,namun dapat kau rasa..

15 Juni, 2009

..Gievo

Advertisements

Diamku..

Posted: September 2, 2012 in Catatan Usang

Terus saja marah, mencaci maki, dan terus saja menyalahkan orang lain atas kekalahan yang tak mampu kau terima..
Tapi apa gunanya? Apa yang kau dapat?

Apa dengan segala amarah yang kau luapkan dan dengan segala umpatan kotor yang kau lontarkan, duniamu akan tersihir menjadi lebih baik?

Tidak, kawan.. Semuanya malah akan berubah menjadi jauh lebih buruk, dan itu bukan karena orang lain yang kau pikir harus dipersalahkan dan menanggungjawabi semuanya..
Tapi karena ego n angkuhmu sendiri..

Kau pikir kenapa aku diam? Aku hanya ingin memberimu sedikit waktu untuk mengheningkan otakmu agar mampu berpikir jernih..
Jangan terus nodai hatimu dengan pikiranmu yang sudah teracuni oleh keangkuhanmu sendiri..

Berpikirlah dengan otak dan hatimu.. Jangan dengan ego n amarahmu..

Kau pasti akan merasa jauh lebih baik..

Sekalipun kau meledak-ledak di telingaku, aku akan terus diam, sampai kau bisa memahami semuanya, dan pada saatnya kau pasti juga akan diam..

10 Juli 2009

..GieVo

Gedung-gedung itu hanya diam..

Berdiri dengan angkuh – mereka kira sudah cukup hebat mencakar langit itu..

Motor – mobil – bus – apa saja.. segala yang dikendara

bersama orang-orang lalu-lalang di bawah sana..

Mengejar waktu – memenuhi janji – meraih rencana-rencana menjadi nyata..

Aku..

di salah satu sisi bumi

Diam – melihat – mendengar – merasakan apa-apa yang menjadi segala..

Bersama secangkir kopi – seteguk.. dua teguk..

Aku..

sedang tak mengejar waktu – tak memenuhi janji

namun ingin meraih rencana-rencana menjadi nyata dalam diam sejenak..

Bersama secangkir kopi – tiga teguk.. empat teguk..

Aku tak bisa berhenti berpikir,

dengan dahi berkerut namun tetap diam..

Diam karena yang ada hanya Aku dan Kopi..


19 . 10 . 2010
03:42 pM

– Saat melihat gedung-gedung pencakar langit bersama kopi –

..GieVo

Dear Mama..

Amarahmu membuatku berpikir
semua ini sudah mencapai titik klimaks.
Kau terus tetap teguh dengan
pemikiranmu tentang kembali pada kodrat.

Tahukah kau, pemahaman kodrat yang kita punya
sungguh jauh berbeda makna?

Kau hanya bisa marah dengan memanfaatkan
kuasamu sebagai orang tua biologis.
Kau tak pernah beri aku kesempatan
untuk menjelaskan semuanya,
untuk bercerita tentang siapa anakmu ini sebenarnya.

Tahukah kau, sungguh aku telah teramat lelah menjalani
skenario Tuhan, di mana aku harus berperan sesuai
dengan raga yang telah diciptakannya?

Tahukah kau, bahwa jiwaku sungguh berlainan dengan
raga yang aku punya?

Jangan terus menghardik-ku, karena aku pun tak pernah meminta
dilahirkan seperti ini!!

Aku bukanlah Aku yang kau lihat, Mama!!
Jangan hanya melihat ragaku.. Jangan butakan mata hatimu dan
Coba kau perhatikan jiwaku..

Demi Allah SWT yang kau sembah.. Lihat aku dengan hatimu, Mama..
Aku adalah anak lelaki-mu..
yang terus kau anggap sebagai anak perempuan
yang harus bertobat dan kembali pada kodrat.

Aku lelah, mama.. Sungguh!!
Semakin hari aku semakin menyakitimu,
dengan pemberontakanku yang samar-samar..
Sungguh aku tak bisa jadi anak perempuanmu!

Semua sudah cukup, Ma..
Kau begitu tampak terbebani karena-ku.
Aku pun cukup sakit dalam bungkam-ku, Ma..

Maaf beribu maaf bila semua ini terlalu egois bagimu.
Anggaplah aku durhaka.. Anggaplah aku pendosa..
Anggaplah aku menyimpang dari ajaran agama,
hingga kau bilang aku harus kembali di-syahadatkan.
Terserah bagimu, Mama..

Ma..
Biarkan aku genapkan satu purnama ini bersamamu.
Purnama selanjutnya, aku berjanji akan memperjuangkan
hidupku sendiri.

Bukan aku tak menyayangimu, Ma..
Tapi aku pun punya hak untuk menyayangi diriku sendiri..

Sungguh aku akan pergi..
Sekalipun kau tak merestui.

_Gerald bukanlah Yuna_
Catatan luka :

12 April 2010
04:06 AM

..GieVo

Terlalu membosankan dunia ini bila kita hanya melakukan hal-hal biasa
yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja.
Mengapa tidak berani berbeda dari yang sama?
Bukankah keberagaman itu lebih terlihat indah daripada keseragaman?
Mengapa yang sedikit dari yang banyak dianggap tiada?
Mengapa yang berada di luar koridor kebiasaan dianggap sakit jiwa?

Aku berbeda..
Namun Aku bukan sakit jiwa..
Inilah jiwa yang kupunya, jiwa yang luar biasa.
Mungkin terkadang tampak sedikit gila,
Tapi bagaimana mungkin mampu satu kejeniusan tercipta bila tak ada seribu kegilaan?

Kau yang di sana bila saja ada,
Jangan bersembunyi di balik keseragaman.
Aku tahu kau pun berbeda, kau pun tak kalah luar biasa.

Mari berjalan-jalan bersamaku.
Mari kita lumuri setapak-setapak bumi dengan warna-warni yang kita punya.
Mari kawan..
Tanpa kita, dapat kukatakan dengan angkuhnya,
“Sung-guh ter-lalu mem-bosan-kan dunia i-ni..”

..GieVo

Bercerita tanpa bicara..

Bila benar rasa itu yang kau punya, maka dengarkanlah tanpa harus mendengar suara..

Kau lihat aku diam, tapi aku tidak diam..

Aku bercerita tanpa bicara seperti angin bercerita pada malam..

Hanya mampu kau dengar bila benar rasa itu kau punya..

Selamat Malam..

..GieVo

Andai saja ada alat transfer penyakit, aku ingin kau mentransfer penyakitmu padaku sekarang juga. Transfer semuanya tanpa sisa. Percayakan aku untuk mengidapnya.

Andai saja ada alat penambah umur, akan aku hadiahkan untukmu setiap hari, agar umurmu senantiasa bertambah. Tiada kunjung habis.

Andai saja reinkarnasi itu nyata adanya, aku ingin kita bertemu lagi. Dengan kau tetap menjadi kau dan aku tetap menjadi aku.

Karena aku masih ingin mewujudkan impianku, berkolaborasi denganmu dalam menciptakan dunia yang indah untuk kita semua.

_Saat menangis karena otak terkuras memikirkan “Si Malaikat Besar”_

..GieVo