Surat untuk Mama

Posted: April 12, 2010 in Aku Merasa.. Aku Berpikir.. Aku Bicara..

Dear Mama..

Amarahmu membuatku berpikir
semua ini sudah mencapai titik klimaks.
Kau terus tetap teguh dengan
pemikiranmu tentang kembali pada kodrat.

Tahukah kau, pemahaman kodrat yang kita punya
sungguh jauh berbeda makna?

Kau hanya bisa marah dengan memanfaatkan
kuasamu sebagai orang tua biologis.
Kau tak pernah beri aku kesempatan
untuk menjelaskan semuanya,
untuk bercerita tentang siapa anakmu ini sebenarnya.

Tahukah kau, sungguh aku telah teramat lelah menjalani
skenario Tuhan, di mana aku harus berperan sesuai
dengan raga yang telah diciptakannya?

Tahukah kau, bahwa jiwaku sungguh berlainan dengan
raga yang aku punya?

Jangan terus menghardik-ku, karena aku pun tak pernah meminta
dilahirkan seperti ini!!

Aku bukanlah Aku yang kau lihat, Mama!!
Jangan hanya melihat ragaku.. Jangan butakan mata hatimu dan
Coba kau perhatikan jiwaku..

Demi Allah SWT yang kau sembah.. Lihat aku dengan hatimu, Mama..
Aku adalah anak lelaki-mu..
yang terus kau anggap sebagai anak perempuan
yang harus bertobat dan kembali pada kodrat.

Aku lelah, mama.. Sungguh!!
Semakin hari aku semakin menyakitimu,
dengan pemberontakanku yang samar-samar..
Sungguh aku tak bisa jadi anak perempuanmu!

Semua sudah cukup, Ma..
Kau begitu tampak terbebani karena-ku.
Aku pun cukup sakit dalam bungkam-ku, Ma..

Maaf beribu maaf bila semua ini terlalu egois bagimu.
Anggaplah aku durhaka.. Anggaplah aku pendosa..
Anggaplah aku menyimpang dari ajaran agama,
hingga kau bilang aku harus kembali di-syahadatkan.
Terserah bagimu, Mama..

Ma..
Biarkan aku genapkan satu purnama ini bersamamu.
Purnama selanjutnya, aku berjanji akan memperjuangkan
hidupku sendiri.

Bukan aku tak menyayangimu, Ma..
Tapi aku pun punya hak untuk menyayangi diriku sendiri..

Sungguh aku akan pergi..
Sekalipun kau tak merestui.

_Gerald bukanlah Yuna_
Catatan luka :

12 April 2010
04:06 AM

..GieVo

Advertisements
Comments
  1. saudara says:

    Una… aku baru baca tulisan ini…
    aku menangis untukmu….
    sedikit mencoba mengerti yang una.. oh oke…. -gerald- rasakan. mungkin tak bisa terlalu mengerti, tapi cukup.
    una, gerald… apapun, bagiku kau adikku… kita tak terlalu dekat, tapi aku merasa ingin menjadi tempat berbagi mu…

    dan aku juga bisa merasakan duka mama mu…

    sungguh aku menangis untukmu… tak tau bisa bicara apa…

    sungguh aku berdoa hidupmu akan baik2 saja…
    semoga kau selalu terjaga dari dunia yang kadang teramat kejam sayang….

    i love you sista… or brotha
    love you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s