Life Is So Short!!

Posted: September 28, 2012 in My Words

“My life is so short!

So I don’t wanna do stupid things anymore.

It sucks! I have to move on with or without that I have..”

 

.. GieVo

Advertisements

Seperti menyusun kertas-kertas usang dengan isi kisah lama.
Lembar demi lembar.
Kemudian aku simpan rapi di rak itu.
Tanpa kulihat lagi. Dan tak kujamah lagi.

Tapi bagaimana dengan ingatan yang tak mampu hilang?

Kisah kita habis dimakan waktu dan usang dengan berlalunya kau semakin jauh.
Namun cerita tentang kita di otakku semakin nyata dan tak bisa pudar.

Aku ingin ingatan ini pun ikut usang bersama kisah di kertas itu.
Tapi bisa kah?
Dan kapan itu?

 

-29. 09. 2012-

.. GieVo

In the book Power vs. Force by David R. Hawkins, there’s a hierarchy of levels of human consciousness. It’s an interesting paradigm. If you read the book, it’s also fairly easy to figure out where you fall on this hierarchy based on your current life situation. From low to high, the levels of consciousness are: shame, guilt, apathy, grief, fear, desire, anger, pride, courage, neutrality, willingness, acceptance, reason, love, joy, peace, enlightenment. While we can pop in and out of different levels at various times, usually there’s a predominant “normal” state for us.

“Our world is a reflection of our subconscious beliefs. Our subconscious mind can process 40 million neural impulses a second while our conscious mind can only process 40 neural impulses per second. We all know that if we focus on something long enough we can do it without thinking, it becomes part of our subconscious routine. Let’s make compassion and understanding a part of our subconscious routine by consciously focusing on these higher aspects of the self in our everyday lives.” – Vito Santana
“When the power of love overcomes the love of power, the world will finally know peace.” – Jimi Hendrix

The Science for Global Peace and Happiness: watch this video,
be INSPIRED to CHANGE!

Link  —  Posted: September 23, 2012 in My Favorite
Tags: , , , ,

Debar ini masih untukmu saja, bukan untuknya, bukan yang lain.
Seperti kata-mu, tak ingin kembali ke masa lalu.
Aku pun sama.
Tapi bukan lah masa lalu yang ku inginkan.
Aku hanya ingin kau, siapa pun kau saat ini dan nanti.

Adakah di masa depan, Tuhan pertemukan kita di pinggir jalan atau di suatu tempat entah di mana.

Jika saja ada, aku akan menyapamu dengan lembut, dengan senyum samar-samar dan mengulurkan jemariku untuk menjabat tanganmu.
Seolah kita adalah dua orang asing yang hanya berpapasan di tengah hiruk-pikuk kota.

Dan aku bilang,
“Hey, aku ‘G’.. Boleh aku tahu nama-mu?”

 

23. 09. 2012

.. GieVo

Sang Pencinta

Posted: September 22, 2012 in Aku Merasa.. Aku Berpikir.. Aku Bicara..
Tags:

Menghela nafas panjang..
Gambar demi gambar kembali memaksaku untuk menyatakan keikhlasan. Namun sakit itu masih nyata. Dan kenyataan mengingatkan bahwa cinta ini sejati. Sejati untuk diendapkan. Sejati untuk dikubur dalam-dalam.

Kamu yang di sana, sang ratu yang menguasai ruang hati dan terus mengalir dalam nadi. Cantik-mu semakin sempurna. Menggoda nafsu sang Pencinta untuk membawamu kembali pulang.

Tapi tidak kali ini..
Karna waktu membuktikan bahwa cinta ini sejati. Sejati untuk diendapkan. Sejati untuk dikubur dalam-dalam..
Dan aku pun kembali meneruskan perjalanan. Sendiri. Tertatih.
Dan berharap sayap-sayap hati yang terpatahkan ini mampu pulih.
Mampu terbang, pergi jauh dan menghilang.
– catatan di pagi hari saat patah hati kesekian kali –
22.09.2012 – 7:05 AM

.. GieVo

ALIEN

Posted: September 10, 2012 in My Words
Tags: , , ,

“It’s not my planet. It seems like I am an ALIEN. I have to go to other space that treated me like human, as soon as possible!!”

..Gievo

Kilometer

Posted: September 2, 2012 in Catatan Usang
Tags: ,

Tidak ada permasalahan berapa kilometer jauhnya keberadaanmu dariku..

Tidak ada permasalahan seberapa banyak langkah yang kau jalani untuk menjauhi aku..

Tapi kau akan tahu,berapa kilometer pun jarak yang memisahkan kita,hati ini akan mampu menempuhmu..

Namun hati ini tak akan lagi tergesa-gesa mengejarmu..

Hanya akan diam di tempat.. Bukan karena lelah.. Tapi hanya menunggu sampai kau berhenti di satu titik,di mana kau akan berpikir untuk kembali pada kilometer pertama perjalananmu bersamaku..

..Gievo